
Indonesia memang telah di kenal menjadi negara agraris. Di iklim yang teratur, curah hujan dan tanah yang subur adalah faktor-faktor pendukung yang sangat penting. Oleh karena itu, pada zaman dulu, sangat cocok untuk tanam adalah pekerjaan utama dengan bangsa ini. Tercatat ada dalam sejarah, padi sudah di tanam di tanah air pada tahun 3000 tahun sebelum Masehi, penanaman padi ini ada di pulau sulawesi. hal ini tertuang yang ada di dalam buku indonesia orang dan cerita karangan Jean Gelma Taylor.
Bukan itu saja padi masyarakat nusantara juga menanam kelapa, aren, ubi ubian, dan buah buahan tropis. Malahan pada candi prambanan dan borobudur terdapat relief seorang raja melatkan retribusi dengan beras. Berbagai relief juga menggambarkan hasil dari produk pertanian seperti pisang, durian, manggis, dan apel jawa. Raja jawa memang sudah fokus pada pertanian sebagai modal kekuatan mereka. Raja ambu sendok sudah memerintahkan agar membuat bendungan mengairi daerah kapuangan, wuatan wulas, dan wuatan wamya.
Kemudian, pada saat masa airlangga, pertanian membuat perubahan yang pesat karena telah membendung sungai brantas. Pada saat zaman majapahit, pertanian bahkan membuat perubahan yang pesat karena perhatian dengan kerajaan. Pada saat itu, Raja memberikan perlindungan tanah pertanian supaya semua petani bisa tenang dan mudah bercocok tanam. kebijakan ini di lakukan agar mensejahterkan rakyat majapahit yang pada saat itu terutama dengan bekerja menjadi petani.
Hal ini membuktikan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat dan negara pada masa zaman kuno. muncul nya banyak tradisi dan kebudayaan agar bisa menghormati petanian. Pada masyarakat bali, saat upacara galungan dan kuningan, penghormatan terhadap pertanian di refleksikan dengan beberapa ragam hiasan. Pada hiasan janur melekung di selipkan hiasan yang mencermikan hasil dari pertanian , seperti padi.
Pada masyarakat sunda kasepuhan di cirebon, yang terdapat pada tradisi pupuhunan, yaitu gubuk kecil yang berhias menjadi awal masa dari panen, menjelang panen mereka mengadakan Mpit. Lalu pada keesokan harinya, mereka berdoa di pupuhunan. Pada saat itu mereka mengikat lima tangkai padi sebagai induk padi atau induk pare, menjadi persembahan kepada dewi sri berbagai tradisi serupa juga dengan banyaknya masyarakat indonesia yang melakukannya.
Hal ini dalam semata-mata menjadi penghormatan untuk dewi sri adalah personafikasi dari perempuan. Karena perannya saat itu memberikannya kesuburan, kemakmuran, dan kesejakteran untuk semua rakyat indonesia yang menanamkan padi untuk menjadi persembahan dengan dewi sri.
Leave a Reply